Manifesto dulu, baru partai
Nggak ada partai kosong. Posisi ditulis di depan, bukan ditebak belakangan.
Punya pendapat, belum punya barisan? Kamu nggak sendirian.
Di sini "partai" balik ke arti aslinya: sekelompok orang yang searah. Bukan soal pemilu, bukan soal elit. Kamu nulis posisimu, orang yang sepaham berkumpul, dan kalian jalan dengan aturan yang kalian tetapkan sendiri.
Belum siap dirikan? Jelajahi yang udah ada
01 — Bukan partai yang itu
Tiap partai mulai dari satu hal: manifesto. Bukan formalitas — itu syaratnya. Kalau kamu nggak bisa nulis apa yang kamu perjuangkan, partaimu belum ada. Setelah manifesto jadi, dua hal ikut: orang yang sepaham bisa gabung, dan cara kalian ambil keputusan jadi terbuka buat semua orang lihat.
02 — Aturannya beda, dan itu intinya
Nggak ada partai kosong. Posisi ditulis di depan, bukan ditebak belakangan.
Ketua nggak nempel seumur hidup. Anggota bisa mulai petisi dan voting buat ganti — aturannya ditetapkan partai itu sendiri.
Siapa boleh masuk, siapa suara resmi, gimana ketua diganti — semua keliatan di halaman partai, bukan rahasia pengurus.
03 — Dua pintu masuk
04 — Penutup
Posisi yang nggak ditulis,
nggak ngitung.
Udah punya partai? Masuk